galeri

Kontes Modifikasi Motor Dipadati Penonton

Palmerah, Warta Kota

Kontes modifikasi berbagai jenis dan merk sepeda motor digelar di gedung Mandalwangi, Kampus Universitas Siliwangi, (Unsil) Tasikmalaya, Jumat (31/7).

Dalam kontes tersebut puluhan motor dimodifikasi dengan berbagai kreativitas dan keunikan masing-masing pecinta sepeda motor untuk dipertontonkan kepada mahasiswa maupun masyarakt umum.

Acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Unsil jurusan Akuntansi itu bertujuan untuk memberikan ruang kepada pecinta sepeda motor yang senang memodifikasi motornya.

Dikatakan ketua pelaksana, Subhan, acara yang bertemakan “Siliwangi Modify Challenger” tersebut berlangsung selama dua hari sejak Kamis (30/7) hingga Jumat.

Dalam rangkaian acaranya di hari pertama, sepeda motor peserta kontes diuji coba kelayakannya dengan melintasi rintangan yang sudah disiapkan panitia.

“Acara ini bukan hanya menampilkan keunikan dari modifikasi saja, tapi motor tersebut memang layak jalan,” kata Subhan seperti dikutip Antara.

Sedangkan di hari terakhir acara sepeda motor yang sudah dimodifikasi dipajang di dalam gedung untuk dilakukan penilaian dalam rangka menentukan pemenang lomba kontes.

Dijelaskan Subhan, peserta kontes diikuti oleh pecinta motor se-Priangan Timur Kabupaten Garut, Ciamis, Banjar dan Tasikmalaya, bahkan juga diikuti dari luar kota seperti dari Semarang dan Jakarta.

Kegiatan tersebut kali pertama dilakukan di kampus Unsil, namun ternyata banyak pecinta modifikasi sepeda motor dari kalangan masyarakat Tasikmalaya.

Selain itu, diselenggarakannya kegiatan tersebut untuk melatih mahasiswa Jurusan Akuntansi dalam memanajemen sebuah acara hingga berlangsung sukses dan meriah.

“Ini sebuah pembelajaran bagi kami mahasiswa jurusan akuntasi, bagaimana membuat acara dengan meriah dan sukses,” ujar Subhan.

Masyarakat sekitar berbondong-bondong menghadiri acara tersebut dan antusias melihat kontes sepeda motor. (soe)

Berita: Modifikasi Motor Indonesia VS Thailand, Indonesia Lebih Unggul

07 Apr 2009 | 15:48 hrs

Bertempat di Hotel Santika Jakarta, Jumat 3 April kemarin, U Mild menggelar diskusi dan sharing pengalaman dari para jawara modifikator Best of the Best U Mild Modification Contest 2008. Edi Kurnia, modifikator asal kota Palu, Gusvianto Darmawan dan Sony Djaya Samsuddin dari kota Bandung serta Muhammad Idris dari Samarinda membagi pengalaman mengunjungi 30th Bangkok International Motor Show di Bangkok International Expo (BITEX). Ajang pameran pabrikan dan kreasi otomotif yang cukup bergengsi ditingkat Asia Tenggara ini menampilkan beragam produk otomotif roda dua maupun roda empat, model motor konsep, body artwork, painting & detail dan teknologi terbaru pabrikan otomotif. Tahun ini event tersebut mengusung Green on Wheels. Karya para modifikator negeri gajah putih pun tak ketinggalan dipajang pada arena ini.

Menanggapi peluang mereka bersaing dengan modifikator Thailand, pemenang Kontes Modifikasi yang disponsori U-Mild, produsen rokok dibawah grup Sampoerna menyatakan optimismenya. Keyakinan itu didapat setelah melihat langsung hasil kreasi para juara kontes modifikasi disana.

Dibandingkan dengan Indonesia, modifikator Thailand belum berani berekspresimen, lebih banyak pakai body kit produksi massal. Meski harus diakui secara kualitas part aksesoris modifikasi di Thailand memang lebih baik, lengkap dan beragam. “Di tanah air lebih banyak aksesoris yang handmade, kualitasnya kurang bagus tapi secara kreativitas kita jauh lebih maju,” kata Bungsu perwakilan modifikator dari Samarinda.Perbedaan mendasar modifikator kita dengan Thailand ada pada style. Disana modifikasi lebih mengarah ke desain motor pabrikan untuk produksi massal. Trend tampil racing looks mendominasi gaya modifikasi, ada juga yang mulai mengarah ketampilan low rider. Dibanding kita, para modifikator Thailand kurang berani bereksperimen dan cenderung seragam dalam aplikasi body kit.

Dari sisi kualitas kita boleh bangga. Apalagi kuantitas, komunitas motor dan mobil yang menjamur di tanah air menjadikan modifikasi motor dan mobil semakin berkembang. kreativitas dan keberanian mengolah gagasan para modifikator lokal masih lebih baik dari Thailand. “Kita di Indonesia jauh lebih ekstrim modifnya dari mereka” Sonny Djaya menegaskan. Modifikator disana terkagum saat diperlihatkan foto-foto motor modifikasi kreasi para pemenang U-Mild Contest. Menurut mereka motor-motor tersebut sudah seperti motor konsep. Muhammad Idris alias Bungsu, modifikator asal Samarinda melihat modifikasi ala Thailand, terutama untuk rancangan desain dan tampilan luar masih menggunakan teknik cutting sticker, bukan teknik airbrush.  Ia bahkan tidak melihat satupun kreasi airbrush realis dan animasi dipameran itu.

Di tanah air, sebuah hal yang wajib untuk kreasi modifikasi tidak hanya dilihat dari keindahan desain namun juga harus bisa layak jalan. Namun di ajang tersebut, modifikator kita menemukan beberapa kreasi modifikasi yang kurang dapat ditunggangi dengan nyaman. Kalau disini biasanya kelas-kelas fashion, airbrush dan extreme selalu dipadati peserta. Lain halnya dengan Thailand, trend modif lebih mengarah ke fashion. Tapi dibalik itu kita harus akui kelebihan Thailand dalam beberapa hal. Mulai dari part accessories  modifikasi yang berkualitas. Bandingkan dengan kita yang masih lebih banyak handmade.

Ada hal yang patut kita tiru di Indonesia, para modifikator mendapat support yang cukup besar dari atpm-atpm dan pabrikan motor. Kreasi dan desain mereka pun tidak sedikit yang menjadi konsep produksi. Begitu juga dukungan bagi industri komponen dan aksesoris modif.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari diskusi dengan empat jagoan modif nasional ini adalah kreativitas dan daya imajinasi kita boleh dikata masih lebih baik dari orang-orang Thailand. Brand Manager U Mild, Yasin Tofani  menegaskan pihak U-Mild siap mensupport agar kreasi para modifikator Indonesia bisa pentas di Bangkok International Motor Show mendatang. Pihak U Mild masih mempelajari beberapa hal yang menjadi prosedur dan persyaratan untuk mengirim peserta kontes modifikasi. “Jika sekarang kita memberangkatkan juara-juara Best of the Best U Mild Modification Contest 2008 untuk studi banding, mudah-mudahan besok kita mengirim para juara untuk menjadi peserta kompetisi modifikasi disana”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s